“InsyaAllah, para Mukhlisinal Maiyah dibangunkan oleh Allah di fajar pagi, ketika matahari dipancarkan kembali oleh qudrah Allah Swt., di hari dekat ke depan.”
Itulah tulisan sekaligus doa Mbah Nun, tatkala beliau melihat rentetan foto acara maiyahan Masyarakat Maiyah Cirebes—tepatnya pada tahun 2019 di Losari, Cirebon.
Kalimat cinta itu menjadikan kita, sebagai anak-cucunya, sangat bersyukur kepada Allah Swt. karena telah menghadirkan Mbah Nun yang begitu mencintai kita semua.
Begitu beragam cara Mbah Nun merangkul dan menemani kita untuk belajar serta meraih kesejatian hidup. Yang bertatap wajah dengannya, dibawa dalam kemesraan kebersamaan. Yang jauh darinya, kehangatan cintanya beliau antarkan lewat video dan tulisan-tulisan. Cintanya sepanjang zaman—tak terhalang ruang, tak terbatas waktu.
Sebagai ungkapan cinta dan terima kasih kami kepadanya, kami kumpulkan tulisan-tulisan anak-cucunya dalam sebuah wadah yang bernama “Buletin Cirrebes”. Buletin ini berisikan cinta kebersamaan. Di dalamnya, siapa saja boleh berkontribusi, apa saja boleh dimuat—dengan satu syarat: cinta kebersamaan.
Semoga buletin ini terus berjalan dan membawa manfaat—kebenaran, kebaikan, dan keindahan—untuk kehidupan kita bersama.[]








