Di atas karpet hitam yang digelar sederhana, Kita melingkar kembali, Tanpa panggung tinggi, tanpa jarak sekat antar jama’ah semuanya. Kemarin malam, Sabtu 26 September 2026 di Taman Kota Abhipraya Tuban, kita tidak sedang mencari siapa yang paling benar. Kita hanya belajar menyibak gulita di dalam diri kita masing-masing, untuk menemukan sedikit cahaya yang bisa kita […]
Majelis 'Ilmu MAN
Perjalanan 20 tahun Bangbang Wetan menandakan bahwa perjuangan Bangbang Wetan tidaklah mudah. Cahaya (menemukan solusi permasalahan masyarakat dengan Sinau Bareng) yang harus diperjuangkan pun semakin beragam. Pada milad kali ini, di depan Plaza Internatio, Kota Lama Surabaya, Bangbang Wetan merayakan perjalanan itu dengan tajuk “Harmoni Cahaya”. Resepsi milad Bangbang Wetan dipersiapkan dengan matang jauh-jauh hari. […]
Ada perjalanan yang membutuhkan kaki untuk melangkah, ada perjalanan yang membutuhkan kendaraan untuk berpindah. Tetapi, ada pula perjalanan yang hanya cukup dengan menyendiri dan menepi, sebab yang ditempuh adalah kedalaman diri sendiri. Malam itu, Jumat, 25 September 2026, di sebuah basemen Masjid Agung Baitul Makmur Daegu, Korea Selatan. Jemaah berkumpul membawa satu tema: “Ziarah Batin”. […]
Masih terkait erat dengan pilihan tema sebelumnya, rutinan Pasebanan edisi 114 kali ini akan mencoba memetik hikmah tadabbur yang ditulis almarhum Mbah Fuad di halaman 85, buku Tadabbur Maiyah Padhangmbulan. Tadabbur dari Surat Ali ‘Imran, ayat 133 yang artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi […]
Minggu malam, 27 September 2026, menjadi malam yang berbeda bagi keluarga besar Sulthon Penanggungan. Untuk pertama kalinya, Sinau Bareng diselenggarakan di Gazebo SP, sebuah ruang baru yang berada di Dusun Sumberingin, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Tempat yang sederhana itu menjadi saksi pertemuan sembilan jamaah yang hadir membawa semangat yang sama: belajar bersama agar […]
Hawa sejuk mengiringi perjalanan dulur-dulur menuju rumah Mas Satria di wilayah Pringapus. Malam itu, rumah Mas Satria menjadi ruang untuk kembali melingkar, duduk bersama, dan melaksanakan Sinau Bareng. Mengangkat tema “OMAH – Ombo lan Mahanani”, dulur-dulur hadir dalam suasana hangat dan guyub, membawa niat untuk sinau bareng, belajar bersama melalui sebuah ruang persaudaraan. Tepat pukul […]
Sepuluh tahun bukanlah usia yang pendek bagi sebuah perjumpaan. Ia cukup panjang untuk menyimpan tawa, kehilangan, perdebatan, persahabatan, kesalahpahaman, gagasan yang bertahan, maupun gagasan yang diam-diam berubah bentuk. Dalam rentang itu, mungkin ada wajah-wajah yang dulu selalu hadir lalu kini hanya tersisa dalam foto. Ada pula yang baru datang, tetapi telah menjadi bagian dari cerita […]
Orang Jawa mengenal dua watak yang saling berlawanan soal harta: medhit dan loman. Medhit adalah keengganan melepas apa yang digenggam – uang, bantuan, bahkan sekadar traktiran kecil terasa berat untuk dikeluarkan. Loman sebaliknya: tangan yang ringan, hati yang tidak sibuk menghitung ketika memberi. Watak ini tidak selalu berbanding lurus dengan isi dompet – ada yang […]
Ada sesuatu yang menarik dari dua kata yang terdengar hampir bersaudara: voice dan vote. Padahal secara asal-usul bahasa, keduanya bukan saudara kandung. Voice berasal dari Latin vox/vocem, yang berarti suara, ujaran, panggilan, bahkan seruan. Sementara vote berasal dari Latin votum, yang pada mulanya berarti janji, sumpah, kehendak, atau sesuatu yang dipersembahkan sebagai tekad. Dalam perkembangan […]
Kita adalah rakyat kecil. Kita tidak datang dengan niat untuk berkuasa atas Indonesia. Kita tidak memiliki kekuatan untuk mengatur negeri ini, menentukan seluruh kebijakannya, atau memastikan ke mana bangsa ini akan berjalan. Kita menjalani kehidupan dengan kemampuan yang terbatas. Maka kepada Allah kita kembali dengan kesadaran yang sederhana: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ […]
Tuban Sinau Bareng adalah ruang untuk duduk bersama, saling mendengar, dan belajar dari pengalaman satu sama lain. Bukan tentang siapa yang paling tahu, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama mencari makna dari berbagai sudut pandang. Di tengah perubahan zaman, mari bertanya: Ke mana arah anak muda Tuban hari ini? Apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup? […]
Industri pergaraman, salah satu komoditas unggulan yang ada di negara Indonesia, memasuki babak baru. Karena itu, kami hadirkan tema Garamtara. Garam adalah hasil, kerja, dan nilai ekonomi dari proses kristalisasi air laut. Tara adalah takaran, sisa, kadar, sekaligus metafora atas keadilan: apa yang tersisa bagi petambak? Siapa yang menentukan timbangan? Bagaimana nilai tambah dibagi? Maka […]
Pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: sebenarnya kita ini masih waras, atau hanya sudah terlalu terbiasa? Sesuatu yang dulu dianggap aneh, lama-lama menjadi biasa. Yang dulu memalukan, sekarang dipamerkan. Yang dulu dijaga, sekarang diumbar. Yang dulu dipikirkan dengan hati, sekarang cukup dengan satu klik. Jangan-jangan masalah zaman ini bukan karena manusia semakin gila, tetapi karena […]
Maiyahan September kali ini bertempat di rumah Mas Wira, di Jasem. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, sound carnival terdengar di banyak tempat. Beberapa sedulur bahkan sempat terjebak dalam keramaian sebelum sampai di tempat Maiyahan. Satu per satu jamaah mulai berdatangan. Sambil menunggu yang lain, mereka saling bertukar kabar, bercakap tentang perjalanan, aktivitas, dan kehidupan yang sedang […]
Rumah adalah lambang paling gamblang sebagai tempat kembali. Maka bagaimana membangun suasana tempat kembali yang baik, benar, dan indah. Dengan rumah, seseorang akan mendapat ketenangan, ketenteraman, dan mengerti keluasan dan mengandung keberadaan dukungan/support dari masing-masing peran. Omah diharapkan ombo lan mahanani, luas dan serba ada. Bukan semata ditengarai oleh rumah yang luas dan ketersediaan fasilitas […]
Ada perjalanan yang ditempuh dengan kaki, ada perjalanan yang ditempuh dengan pikiran. Tetapi ada perjalanan yang paling jauh sekaligus paling dekat: perjalanan menuju ke dalam diri sendiri. Malam ini kita menyebutnya Ziarah Batin. Ziarah adalah datang dengan kesadaran bahwa sesuatu yang kita datangi memiliki makna. Maka ketika yang kita datangi adalah batin kita sendiri, kita […]
Tawashshulan dimulai pukul 22.30 WIB, dipandu Kamituwa, dan berlangsung hingga tuntas sekitar pukul 23.50 WIB. Sinau bareng malam itu membahas satu fenomena yang belakangan menjadi perhatian kita bersama, sound horeg, Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton edisi ke-117, Jumat, 4 September 2026, di Aula Ponpes Nurul Mubin Kubro, Balongpanggang, Gresik. Adapun tema yang dikemas untuk disinaoni […]
“Makhluk manusia dilahirkan dari akselerasi kesekian dari penciptaan cahaya. Maka cahaya bukan sekadar menjadi kebutuhan dasar hidupnya atau merupakan suatu tujuan yang dikejarnya, lebih dari itu cahaya seakan-akan merupakan hakikat dan syariat dirinya sendiri.” — Simbah Kutipan dari seri Daur tersebut mengajak kita untuk memahami bahwa setiap manusia pasti memiliki cahaya tujuan hidup. Apa yang […]
Setelah syukur kita akan apa? Jelas kerja. Tapi dianggap mbambung, lantas bagaimana? Misalnya punya sepetak lahan kosong dijadikan galengan lantas ditanami singkong, lombok, dan lain-lain ini ya kerja. Seharian di rumah membaca lantas membikin formulasi itu ya juga kerja, gak mbambung. Kerja itu bentuk syukur. Tapi dunia di luar pekerjaan itu tetap menilai itu mbambung, […]
Melengkapi kebersamaan Masyarakat Maiyah Paseban Majapahit di edisi 113, sekelumit petuah abadi dari almarhum Mbah Fuad akan menjadi tema sinau bareng. Khususnya tulisan beliau dalam buku Tadabbur Maiyah Padhangmbulan, hal. 78-79, hikmah tadabbur dari QS. Al-Baqarah ayat 237, yang artinya: “…Dan janganlah kamu melupakan keutamaan atau kebaikan di antara kalian…” Lebih khusus lagi, pesan beliau […]
Menampilkan 1-20 dari 13
























