Apa yang sesungguhnya kita cari dalam kehidupan ini? Jangkar apa yang telah kita siapkan agar tetap tegak, tidak hanyut oleh arus dan ombak kehidupan yang tak selalu mampu kita kendalikan? Bersama siapa kita mengarungi kehidupan ini? Yakin kah kita pada diri sendiri? Bersediakah kita tenggelam dalam kebodohan atau terseret badai kehampaan dan kekosongan diri? Sudahkah […]
Majelis 'Ilmu MAN
Kita telah memasuki bulan Mei yang menjadi bulan Milad-nya Mbah Nun. Salah satu yang masih segar di sanubari kita adalah nasihat Mbah Nun yang dituangkan dalam lirik lagu: Wakafa. Disadari atau tidak, ini adalah pusaka yang seolah diwekaskan kepada anak cucunya yang kian menghadapi kekeruhan dan ketidak-menentuan zaman. Maka, Wakafa bukan hanya sekadar lagu. Ia […]
Kata “laku” berasal dari bahasa Jawa yang akar maknanya: berjalan, menjalani, melakukan, menempuh hidup. Dalam budaya Jawa, laku bukan sekadar aktivitas fisik. Tapi lebih dekat dengan: tirakat, proses penghayatan, disiplin batin, cara seseorang menjalani hidup. Dalam perspektif Islam, makna laku dekat dengan: mujahadah (bersungguh-sungguh melatih diri), riyadhoh (latihan spiritual), amal (tindakan nyata, bukan sekadar ucapan). […]
Filantropi sering dipahami sebagai kedermawanan. Memberi bantuan, memberi uang, atau membantu mereka yang kekurangan. Padahal dalam kehidupan manusia, filantropi kadang hadir dalam bentuk yang jauh lebih sunyi dan tidak selalu terlihat. Ada orang yang memberi banyak, tetapi membuat manusia lain bergantung. Ada pula yang mungkin tidak memiliki banyak hal untuk dibagikan, tetapi kehadirannya membuat orang […]
Hidup ini laksana universitas. Dalam perjalanannya yang panjang dan berliku, kita menemukan ujian yang kadang menusuk kalbu, serta pelajaran yang seringkali tersembunyi di balik kesunyian malam. Setiap orang memiliki peta perjalanannya masing-masing. Tak jarang kita kehilangan arah dan tersesat di persimpangan yang sunyi, bahkan terperosok dan terjerembab ke dalam lembah kelelahan jiwa. Pada momen-momen genting […]
Ba’al dalam kisah lama dipahami sebagai berhala. Tapi mungkin yang perlu dipahami, berhala tidak selalu berbentuk patung atau sesuatu yang disembah secara harfiah. Ia bisa hadir dalam hal-hal yang terlihat biasa saja: kekuasaan, nama besar, kekayaan, pujian, bahkan rasa ingin diakui. Sesuatu yang awalnya hanya kita jadikan alat, perlahan berubah menjadi pusat hidup yang terlalu […]
Manusia sering sibuk mencari hadiah untuk orang yang dicintainya. Padahal terkadang, hadiah terbaik bukanlah sesuatu yang dibawa tangan, melainkan sesuatu yang dijaga di dalam hati. Dalam sinau bareng nanti kita mensyukuri menjelang Milad 73 tahun perjalanan Emha Ainun Nadjib, “Mbah Nun”. Tetapi sesungguhnya yang kita rayakan bukan umur biologis seorang manusia. Kita sedang menghormati perjalanan […]
Kita sedang berdiri di sebuah persimpangan zaman yang bising, di mana manusia modern dipaksa terus berlari demi mengejar eksternalitas: gelar, jabatan, hingga angka di saldo rekening. Gambang Syafaat edisi Mei 2026 mengangkat simfoni refleksi bertajuk KERIS. Sebuah kata bersahaja dari masa lalu, namun menyimpan watak berlapis yang mempedulikan masa lalu, hari ini, dan masa depan. […]
“Rindu itu terjadi karena pertemuan dan memori baik”, demikian kalimat yang cukup quoteable dari moderator, Kang Ali. Malam Minggu, tanggal 16 Mei 2026, adalah Semak’an edisi ke-120 yang diadakan secara rutin oleh komunitas Sedulur Maiyah Kudus, SEMAK. Sebelum moderator memulai diskusi, terlebih dahulu dilaksanakan munajatan. Munajatan yang berisi sholawat dengan nada yang sering dilantunkan Cak […]
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ (Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci […]
Dunia hari ini berkembang semakin cepat, manusia dipaksa untuk terus berjalan dan berlari dalam konsep modernitas zaman. Dalam sistem ini, informasi diproduksi dalam jumlah yang tidak terbatas, kita tidak lagi berada dilevel sekedar mencari informasi, tapi kebanjiran informasi. Anthony Giddens mengistilahkan kondisi ini sebagai juggernaut. Pada titik ini manusia tidak lagi menjadi subjek, ia dipaksa […]
Kamis malam Jum’at, 30 April 2026, Majelis Tawashulan dan Sinau Bareng rutin kembali digelar di Lamongan. Suasananya sederhana, hangat, dan cair. Sejak awal hingga menjelang Subuh, suasana Majelis terasa hidup. Obrolan ringan perlahan-lahan menjadi ruang tafakkur dan tadabbur bersama. Dulur-dulur yang hadir saling melempar gagasan, cerita pengalaman, hingga perenungan yang mendalam. Tidak ada sekat antara […]
Sebagaimana umat islam bergembira di bulan rabiul awal, dimana kekasih Alloh, suri tauladan dan rahmat bagi seluruh alam dilahirkan. Bulan dimana Manusia Mulia Muhammad dihadirkan untuk menyempurnakan akhlak. Bulan dimana manusia yang diharap2kan seluruh umat kehadirannya, yang diwujudkan dalam jasad Muhammad. Maka, bolehlah kita, sebagai jamaah maiyah bergembira juga akan bulan dimana jembatan umat kepada […]
Menyadari bahwa setiap saat adalah langkah awal. Awal ternyata bukanlah monopoli para bayi. Setiap detik melangkah kita akan selalu ketemu awal. Setiap langkah yang kita lakukan boleh jadi hanyalah sebuah perulangan. Daur! Peradaban manusia sepanjang sejarah ini sesungguhnya adalah peradaban lingkaran. Perulangan terus menerus. Cokro manggilingan! Dan dalam tataran tauhid “Hidup adalah perjalanan melingkar: dariNya […]
Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton Gresik kembali digelar pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, di Pendopo Makam Siti Fatimah binti Maimun, Leran, Manyar, Gresik. Daur sinau bareng Maiyahan rutin di Gresik yang telah memasuki tahun kesepuluh itu bulan ini memasuki edisi ke-113. Di tempat yang sejak lama akrab dengan denyut sekaligus atmosfer spiritual masyarakat pesisir […]
Sebelum Sinau Bareng, seperti biasanya sejak Tawashshulan dibuat dan kami pelajari semampu kami, kemudian menjadi awal mula Maiyahan sebelum Sinau Bareng kami laksanakan. Di Basecamp Tong-il Qoryah, Daegu. Sabtu malam, 25 April 2026. Dimulai sekitar 23:45 Waktu Korea. Sinau Bareng menyusul di sekitar pukul 01:30 KST (Korean Standart Time). Dulur-dulur yang hadir berasal dari Daegu […]
Pilihan tema Pasebanan edisi 109 di bulan Mei 2026 ini merujuk tulisan almarhum Mbah Fuad di bagian akhir Pengantar Tadabbur Maiyah Padhangmbulan, hal. 7: Mengapa Tadabbur. Kajian Al-Qur’an di Maiyah Padhangmbulan diarahkan kepada tadabbur karena dinilai sesuai dengan kebutuhan jamaah. Jamaah Maiyah Padhangmbulan sangat heterogen dan sebagian besar awam ilmu-ilmu keagamaan. Oleh karena itu, yang […]
Angka 8 (wolu) dalam falsafah Jawa dimaknai sebagai keberuntungan dan kebaikan yang tak terputus. Makna itu berkesinambungan dengan logo Tembang Pepadhang: tulisan latin yang menyambung menjadi satu kesatuan, mengibaratkan persaudaraan yang utuh di dalam forum. Maka perayaan 8 tahun Tembang Pepadhang ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan pengingat bahwa kita diikat dalam laku yang sama. […]
Apa jadinya seorang cantrik di zaman ketika orang merasa sudah berguru hanya karena menonton potongan video? Ketika keluasan ilmu diringkas menjadi konten, kedalaman nasihat dipadatkan menjadi caption. Tatkala pengalaman panjang seorang guru diiris-penggal menjadi kutipan-kutipan pendek yang mudah dibagikan. Lantas kapan sempat diendapkan? Hari ini, apa saja terasa kian dekat. Ilmu tinggal satu klik. Pengajian […]
Al Mukhtar Thibil Qulub, Terpilih sebagai Penyembuh Hati. Hati yang tersakiti seringkali terasa seperti luka yang tak kunjung sembuh. Tapi, ada satu sosok yang bisa menjadi obat bagi luka itu: Sang Terpilih. Siapa Sang Terpilih itu? Dia bisa jadi teman, keluarga, atau bahkan diri sendiri. Yang pasti, Sang Terpilih adalah sosok yang hadir pada saat […]
Menampilkan 1-20 dari 13
























