
Hasil untuk "Semak"
Ditemukan 21 hasil (20 artikel, 1 simpul).
Simpul Terkait

Artikel Terkait

Sekolah Negarawan Merajut Persahabatan Peradaban Nusantara-Persia
Pada Kamis malam 24 September 2026 lalu, Sekolah Negarawan Partai X bekerjasama dengan Rumah Maiyah dan kelompok musik Gamelan KiaiKanjeng menggelar acara Tafsir Nadjibiyah bertajuk “Serambi Peradaban Nusantara-Persia” bertempat di Rumah Maiyah Kadipiro Yogyakarta. Kurang lebih 150-an orang jamaah Maiyah berpartisipasi mengikuti acara ini. Sementara itu, yang hadir dari Sekolah Negarawan adalah Mas Prayogi R. […]

Voice Vote
Ada sesuatu yang menarik dari dua kata yang terdengar hampir bersaudara: voice dan vote. Padahal secara asal-usul bahasa, keduanya bukan saudara kandung. Voice berasal dari Latin vox/vocem, yang berarti suara, ujaran, panggilan, bahkan seruan. Sementara vote berasal dari Latin votum, yang pada mulanya berarti janji, sumpah, kehendak, atau sesuatu yang dipersembahkan sebagai tekad. Dalam perkembangan […]

Refleksi Akhir September
Versi Bahasa Inggris Saya percaya kepada Allah. Saya menemukan-Nya di sini, di Indonesia. Itu bukanlah sebuah pewahyuan tunggal atau satu momen tertentu, melainkan sebuah proses yang jauh lebih panjang, ketika wawasan dan pemahaman saya perlahan berkembang. Saya belajar bahwa Allah tidak jauh; Dia berada di mana kita berada, di mana pun itu. Ketika kita berada […]

Waras di Zaman Gila
Pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: sebenarnya kita ini masih waras, atau hanya sudah terlalu terbiasa? Sesuatu yang dulu dianggap aneh, lama-lama menjadi biasa. Yang dulu memalukan, sekarang dipamerkan. Yang dulu dijaga, sekarang diumbar. Yang dulu dipikirkan dengan hati, sekarang cukup dengan satu klik. Jangan-jangan masalah zaman ini bukan karena manusia semakin gila, tetapi karena […]

Sinau Segitiga Api dalam Diri
Maiyahan September kali ini bertempat di rumah Mas Wira, di Jasem. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, sound carnival terdengar di banyak tempat. Beberapa sedulur bahkan sempat terjebak dalam keramaian sebelum sampai di tempat Maiyahan. Satu per satu jamaah mulai berdatangan. Sambil menunggu yang lain, mereka saling bertukar kabar, bercakap tentang perjalanan, aktivitas, dan kehidupan yang sedang […]

Ziarah Batin
Ada perjalanan yang ditempuh dengan kaki, ada perjalanan yang ditempuh dengan pikiran. Tetapi ada perjalanan yang paling jauh sekaligus paling dekat: perjalanan menuju ke dalam diri sendiri. Malam ini kita menyebutnya Ziarah Batin. Ziarah adalah datang dengan kesadaran bahwa sesuatu yang kita datangi memiliki makna. Maka ketika yang kita datangi adalah batin kita sendiri, kita […]

Cerita dari Merdeka Menjadi Abdillah
Suasana Sinau Bareng Majlis Gugurgunung malam itu terasa guyub dan menenangkan. Para dulur berkumpul dalam satu lingkar, membawa cerita, pengalaman, dan pemikiran masing-masing untuk kembali bersama menggelar tikar Sinau Bareng. Sinau bareng diawali dengan pembacaan tawashshul, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan mukadimah oleh Mas Kasno. Tema yang diangkat kali ini adalah “Merdeka Menjadi Abdillah”, dengan tagline […]

Menjaga Kewaspadaan di Tengah Terang Kehidupan
Sabtu malam, 29 Agustus 2026, langit di atas OTES (Omah Tengah Sawah) tampak begitu terang. Bulan purnama menggantung sempurna, menyinari jalan-jalan desa yang sedang ramai oleh suasana perayaan kemerdekaan. Di berbagai sudut kampung terdengar suara latihan karnaval, musik yang mengalun dari kejauhan, serta hiruk-pikuk anak muda yang mempersiapkan perayaan desa mereka masing-masing. Menariknya, hampir semua […]

Cerita dari Balak Kosot
Malam itu (31/08/2026) majelis diskusi kembali melingkar. Dipandu oleh Mas Agus sebagai moderator, forum dibuka dengan tema yang memantik perenungan mendalam: Sinau Urip (Belajar Hidup), yang kali ini dititikberatkan pada pemaknaan sebuah “Titik” permainan kartu domino. Makna “Titik” dan Keseimbangan Berpikir Diskusi dihangatkan oleh Bang Zali yang menarik ingatan jamaah pada tembang dolanan Cublak-cublak Suweng. […]

Horegnesia
Ada sebuah fenomena yang menarik untuk kita perhatikan belakangan ini, terutama ketika momentum agustusan tiba: sound horeg. Di berbagai tempat, perayaan kemerdekaan hadir dengan wajah yang semakin meriah. Karnaval, pawai, iring-iringan kendaraan, perangkat sound berukuran besar, lampu-lampu, hingga barisan orang yang berjoget mengikuti irama menjadi bagian dari suasana yang begitu mudah kita jumpai. Sebagian orang […]

Balak Kosot
Di meja domino, banyak orang menunggu balak enam. Ada yang berharap balak lima. Ada yang merasa percaya diri ketika titik-titik di tangannya berjejer seperti pangkat dan penghargaan. Tetapi ada satu kartu yang sering luput dari perhatian: balak kosot. Tidak bertitik. Tidak bernomor. Tidak membawa kebanggaan apa-apa. Bahkan dari jauh tampak seperti ketiadaan. Padahal hidup sering […]

Nyaah Dulang: Kasih Sayang yang Mematikan Kesadaran
“Nyaah dulang” secara harfiah adalah kasih sayang yang tak mendidik. Tetapi dalam pembacaan yang lebih dalam, ia adalah kasih sayang yang berhenti pada pemenuhan perut dan pakaian, memberi sesuatu sambil mematikan kesadaran tentang bagaimana sesuatu itu diperoleh, untuk apa digunakan, dan apa tanggung jawab di baliknya. Anak diberi uang, tetapi tidak diberi etika; diberi fasilitas, […]

Maulud Kebangsaan
Bulan ini kita berada dalam dua momentum yang oleh masyarakat Indonesia dimeriahkan secara khidmat bersama-sama. Agustus adalah bulan ketika kita mengenang kemerdekaan Indonesia, tentang sebuah bangsa yang melalui perjalanan panjang akhirnya melahirkan sebuah negara. Pada waktu yang berdekatan, kita juga memasuki bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, bulan ketika kita mengenang kelahiran seorang manusia yang membawa […]

Kabut Maiyah
Kabut punya cara yang aneh dalam memperlakukan jarak. Sesuatu yang sebenarnya dekat bisa tampak jauh, sementara yang jauh seperti berada di hadapan mata. Jalan masih ada, pohon masih berdiri, rumah-rumah tidak berpindah ke mana-mana. Hanya pandangan kita yang tidak lagi sanggup menjangkau semuanya. Dalam keadaan seperti itu, kita semestinya tau bahwa apa yang terlihat oleh […]

Menyorong Cahaya di Tengah Purnama: Cerita Dari Sinau Bareng Semesta “Gerhana Mata Hati”
Bulan sedang purnama pada malam itu (30/07/2026). Sekitar tiga puluh orang duduk melingkar, tanpa jarak, tidak ada yang lebih tinggi kedudukannya hanya karena berbicara lebih dulu atau lebih lama. Suasana malam itu hangat dan cair. Tema yang diangkat, “Gerhana Mata Hati”, plesetan dari gerhana matahari, memancing keresahan yang selama ini barangkali hanya dipendam sendiri-sendiri. Sebelum […]

Merdeka Ndasmu! Ndasmu, Merdeka
Ada kata yang setiap tahun diucapkan dengan penuh keyakinan: Merdeka! Ada juga kata yang mungkin membuat terkaget-kaget atau justru tertawa getir mendengar umpatan “Ndasmu!” terlontar di ruang publik. Kalimat itu terdengar kasar, kotor, dan tak beradab. Namun, mari kita dudukkan perkara ini dengan jernih, dengan kacamata tadabbur, bukan dengan penghakiman benci. Ketika frasa itu disandingkan […]

Membumikan Syukur
Teknologi komunikasi membuat jarak semakin tak berarti, tapi tak lantas tanpa menimbulkan resiko. Benar pula tak ada pilihan tanpa konsekuensi. Untuk jarak yang sudah tidak lagi berarti ada kepercayaan yang tergerus. Ada pada hal sederhana sehari-hari. Janji temu pukul 20.30 di tempat sudah disepakati. 20.20 yang sudah di lokasi bertanya “posisi” serentak jawaban “otw” silih […]

Sinau Hati Yang Selesai
Sabtu, 8 Agustus 2026 adalah hari yang dipilih untuk terselenggaranya kegiatan rutin Sinau Bareng Paseduluran Maiyah Pasuruan di bulan perayaan kemerdekaan ini. Hari itu sengaja dipilih dengan pertimbangan agar tidak terlalu berbenturan dengan berbagai kegiatan di masing-masing kampung seperti lomba-lomba maupun kegiatan lainnya yang biasanya akan semakin sibuk mendekati tanggal 17 Agustus hingga akhir bulan. […]

Ambyuk Nyawiji dalam Urip Sesemutan di Alun-Alun Wong Bodho Gresik
Hiruk-pikuk rangkaian Haul Mbah Zainal Abidin dan Mbok Suriyah sebenarnya telah lebih dahulu menghidupi Alun-Alun Wong Bodho Pondok Mburi, Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Gresik. Di sudut yang berbeda, di ruang tamu rumah mertua Cak Pitro, beberapa dulur Damar Kedhaton duduk melingkar. Sebagaimana lazimnya menjelang Majelis Ilmu Telulikuran, kami tidak ingin tradisi itu hilang. Majelis Ilmu […]

Teriakkan kepada Jakarta, Belajar dari Vespa di Gresik
Ada kalanya, urip nyemut membawa seseorang, sekelompok orang, dan beragam perkumpulan lain menuju ke tempat yang semula tidak tercatat dalam kalender jadwal perjalanan hidupnya. Dalam Maiyah, situasi dan kondisi tersebut lazim dimaknai sebagai momentum “diperjalankan” dan “dipertemukan”. Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton edisi ke-116 mengalami perjumpaan indah, diparingi kurikulum baru dalam menapaki 10 tahun usia […]




