
Hasil untuk "mukaddimah Semak"
Ditemukan 11 hasil (10 artikel, 1 simpul).
Simpul Terkait

Artikel Terkait

Voice Vote
Ada sesuatu yang menarik dari dua kata yang terdengar hampir bersaudara: voice dan vote. Padahal secara asal-usul bahasa, keduanya bukan saudara kandung. Voice berasal dari Latin vox/vocem, yang berarti suara, ujaran, panggilan, bahkan seruan. Sementara vote berasal dari Latin votum, yang pada mulanya berarti janji, sumpah, kehendak, atau sesuatu yang dipersembahkan sebagai tekad. Dalam perkembangan […]

Waras di Zaman Gila
Pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: sebenarnya kita ini masih waras, atau hanya sudah terlalu terbiasa? Sesuatu yang dulu dianggap aneh, lama-lama menjadi biasa. Yang dulu memalukan, sekarang dipamerkan. Yang dulu dijaga, sekarang diumbar. Yang dulu dipikirkan dengan hati, sekarang cukup dengan satu klik. Jangan-jangan masalah zaman ini bukan karena manusia semakin gila, tetapi karena […]

Ziarah Batin
Ada perjalanan yang ditempuh dengan kaki, ada perjalanan yang ditempuh dengan pikiran. Tetapi ada perjalanan yang paling jauh sekaligus paling dekat: perjalanan menuju ke dalam diri sendiri. Malam ini kita menyebutnya Ziarah Batin. Ziarah adalah datang dengan kesadaran bahwa sesuatu yang kita datangi memiliki makna. Maka ketika yang kita datangi adalah batin kita sendiri, kita […]

Horegnesia
Ada sebuah fenomena yang menarik untuk kita perhatikan belakangan ini, terutama ketika momentum agustusan tiba: sound horeg. Di berbagai tempat, perayaan kemerdekaan hadir dengan wajah yang semakin meriah. Karnaval, pawai, iring-iringan kendaraan, perangkat sound berukuran besar, lampu-lampu, hingga barisan orang yang berjoget mengikuti irama menjadi bagian dari suasana yang begitu mudah kita jumpai. Sebagian orang […]

Balak Kosot
Di meja domino, banyak orang menunggu balak enam. Ada yang berharap balak lima. Ada yang merasa percaya diri ketika titik-titik di tangannya berjejer seperti pangkat dan penghargaan. Tetapi ada satu kartu yang sering luput dari perhatian: balak kosot. Tidak bertitik. Tidak bernomor. Tidak membawa kebanggaan apa-apa. Bahkan dari jauh tampak seperti ketiadaan. Padahal hidup sering […]

Nyaah Dulang: Kasih Sayang yang Mematikan Kesadaran
“Nyaah dulang” secara harfiah adalah kasih sayang yang tak mendidik. Tetapi dalam pembacaan yang lebih dalam, ia adalah kasih sayang yang berhenti pada pemenuhan perut dan pakaian, memberi sesuatu sambil mematikan kesadaran tentang bagaimana sesuatu itu diperoleh, untuk apa digunakan, dan apa tanggung jawab di baliknya. Anak diberi uang, tetapi tidak diberi etika; diberi fasilitas, […]

Maulud Kebangsaan
Bulan ini kita berada dalam dua momentum yang oleh masyarakat Indonesia dimeriahkan secara khidmat bersama-sama. Agustus adalah bulan ketika kita mengenang kemerdekaan Indonesia, tentang sebuah bangsa yang melalui perjalanan panjang akhirnya melahirkan sebuah negara. Pada waktu yang berdekatan, kita juga memasuki bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, bulan ketika kita mengenang kelahiran seorang manusia yang membawa […]

Kabut Maiyah
Kabut punya cara yang aneh dalam memperlakukan jarak. Sesuatu yang sebenarnya dekat bisa tampak jauh, sementara yang jauh seperti berada di hadapan mata. Jalan masih ada, pohon masih berdiri, rumah-rumah tidak berpindah ke mana-mana. Hanya pandangan kita yang tidak lagi sanggup menjangkau semuanya. Dalam keadaan seperti itu, kita semestinya tau bahwa apa yang terlihat oleh […]

Merdeka Ndasmu! Ndasmu, Merdeka
Ada kata yang setiap tahun diucapkan dengan penuh keyakinan: Merdeka! Ada juga kata yang mungkin membuat terkaget-kaget atau justru tertawa getir mendengar umpatan “Ndasmu!” terlontar di ruang publik. Kalimat itu terdengar kasar, kotor, dan tak beradab. Namun, mari kita dudukkan perkara ini dengan jernih, dengan kacamata tadabbur, bukan dengan penghakiman benci. Ketika frasa itu disandingkan […]

Membumikan Syukur
Teknologi komunikasi membuat jarak semakin tak berarti, tapi tak lantas tanpa menimbulkan resiko. Benar pula tak ada pilihan tanpa konsekuensi. Untuk jarak yang sudah tidak lagi berarti ada kepercayaan yang tergerus. Ada pada hal sederhana sehari-hari. Janji temu pukul 20.30 di tempat sudah disepakati. 20.20 yang sudah di lokasi bertanya “posisi” serentak jawaban “otw” silih […]




